Draft #5

Aku membenarkan posisi dudukku. Dengan sepotong roti bakar di tangan kananku dan aroma sekoteng yang menguar di meja yang tak jauh dariku, aku menatap kabut malam yang berpusar di sekeliling gazebo kecil ini. Kualihkan pandanganku ke depan, menatap pijar lampu perkotaan di kejauhan yang nampak berkilauan karena perbedaan kerapatan udara.

Galaxy

Sendiri di galaksiku, menatap senja yang belum ranum. Meratap dalam bayang jingga hijau kelabu. Bertanya, mengapa tak juga hilang impianku?