Ellie 1

“Masuklah ke rumahku” ujarnya ramah.

Dengan ragu aku memasuki bangunan yang besar dan indah itu. Di dalamnya aku melihat perabotan-perabotan yang terlihat mahal dan ornamen-ornamen indah yang menghiasi bagian dalam rumahnya. Benar-benar rumah yang indah, pikirku.

“Selamat datang, nak. Ah.. jadi ini temanmu yang ingin kau kenalkan pada ibu? Manis sekali..” ucap ibunya dari ujung tangga.

Dengan perlahan aku mendatangi ibunya dan mencium tangannya.

“Anak manis..” ujar ibunya sambil tersenyum sembari mengelus kepalaku. Ibunya menatap dia dengan lembut, “Nak, ajaklah temanmu ini ke halaman belakang, ia pasti menyukainya.”.

“Baiklah”, jawabnya, “Kemari”.

Dia menggenggam tanganku dan menunjukkan jalan menuju halaman belakangnya. Saat ia membuka pintu menuju halaman belakang itu aku ternganga.

Disana terdapat berbagai pohon dan tumbuhan taman yang indah serta beberapa gazebo kecil. Kolam ikan besar dengan jembatan yag menghiasinya juga terlihat begitu menawan. Aku berkeliling dengan perasaan takjub, belum pernah ku melihat taman.yang seindah ini. Kemudian terdapat salah satu tanaman yang menarik perhatianku. Tanaman itu berupa tumbuhan menjalar yang memiliki bunga-bunga beraneka warna, seperti seluruh warna di dunia dimiliki bunga-bunga yang ada disana.

Ia menghampiriku yang menatap tanaman itu dengan terpesona dan memetik satu bunga dari tanaman itu, bunga yang memiliki warna yang sama dengan gaun yang saat ini kupakai, kemudian memberikannya kepadaku.

 

featured image from weheartit.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s