Draft #5

draft-5-feature

Aku membenarkan posisi dudukku. Dengan sepotong roti bakar di tangan kananku dan aroma sekoteng yang menguar di meja yang tak jauh dariku, aku menatap kabut malam yang berpusar di sekeliling gazebo kecil ini. Kualihkan pandanganku ke depan, menatap pijar lampu perkotaan di kejauhan yang nampak berkilauan karena perbedaan kerapatan udara.

Terdengar lagu favoritmu mulai mengalun dari playlist-ku, membuatku serta merta teringat denganmu. Kau pasti suka disini, walaupun aku tahu pasti bahwa kau tidak akan tahan dengan udara dinginnya.

Aku menarik kerah turtleneck hingga nyaris menutupi bibirku yang telah membentuk senyuman kecil tanpa kusadari. Degup-degup kecil mulai terdengar dari jantungku.

Inikah rindu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s